Minggu, 06 Desember 2015

Inovasi Pergerakan Mahasiswa



Api itu pergerakan? Saya sendiri saja hingga saat ini masih bingung dengan satu kata tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, lambat laun saya pun memahami makna pergerakan itu seperti apa. Hari ini sangat banyak di kalangan mahasiswa yang membicarakan masalah pergerakan. Namun tidak sedikit dari mereka yang belum memahami makna pergerakan itu sendiri. Mereka hanya banyak berkomentar namun tidak mau beraksi, apakah itu yang dinamakan pergerakan yang mereka idam – idamkan selama ini? Tidak teman, Pergerakan itu kita seharusnya tidak hanya mampu mengeluarkan pendapat, namun kita harus mampu juga melakukan Inovasi terbaru terhadap segala permasalahan yang ada pada mahasiswa saat ini.
Berbicara mengenai Inovasi, saat ini pergerakan mahasiswa sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Inovasi – inovasi yang bisa kita lakukan bisa di berbagai bidang, baik pada bidang Advokasi, Religius, Kesejahteraan Mahasiswa serta Pengkaderan mahasiswa itu sedndiri. Perubahan ini sudah bisa kita lihat, karena sudah banyak dari mahasiswa saat ini yang bisa belajar menumbuhkembangkan inovasinya untuk kebaikan mahasiswa kedepannya. Tidak lain halnya Inovasi terbaru yang terjadi di MIPA Universitas Andalas saat ini. Seperti saat ini kita semua sudah mengetahui bahwasanya dalam sistem pengkaderan sudah mengalami inovasi baru, Saya misalkan saja Pada tahun 2015-2016 ini salah satu syarat untuk memasuki Badan Eksekutif di MIPA adalah minimal angkatan 2014 dan maksimal 2013. Dari sini saja kita sudah mengetahui maksud sebenarnya kenapa harus ada syarat tersebut. Sebagai seorang mahasiswa kita pasti bisa berfikir secara logis mengenai alasan tersebut.  Tidak hanya itu saja, saat ini departemen - departemen  yang ada juga sudah mengalami sedikit perbedaan dimana penambahan departemen yang sebelumnya tidak ada salah satunya adalah Departemen Kastrat yaitu departemen yang menaungi mengenai kesejahteraan mahasiswa, apa saja masalah atau kendala yang dihadapi mahasiswa maka pada departemen bisa kita bahas. Hal ini berarti kita sudah mengalami Inovasi terbaru bagaimana kita lebih memperhatikan kesejahteraan mahasiswa itu sendiri.
Inovasi – inovasi semacam ini seharusnya lebih banyak kita gencarkan. Sebab kenapa, Hingga saat ini orang- orang di luar sana masih menunggu inovasi apa yang kita buat untuk pergerakan mahasiswa kedepannya. Dalam hal ini saya hanya mengajukan sebuah usulan inovasi untuk MIPA kedepannya. Saya sendiri mengambil bidang untuk dibuatkan inovasi terbaru yaitu bidang Advokasi. Alasan saya memilih bidang advokasi adalah, karena hingga saat ini, Mahasiswa di MIPA jiwa apatisme nya cukup tinggi, sebagai buktinya saja pada PEMIRA (Pemilihan  Raya) Kemarin saja tidak cukup setengah dari seluruh mahasiswa di MIPA untuk mengikuti ajang ini. Hal ini berarti sudah membuktikan masih perlu adanya inovasi – inovasi terbaru agar jiwa apatisme di MIPA bisa berkurang.
 Hal – hal yang bisa kita lakukan adalah yang pertama yaitu Edukasi maksudnya adalah bagaimana kita memberikan pengajaran kepada mahasiswa apa dampak dari jiwa apatisme itu sendiri, kita bisa memberikan semacam pelatihan atau semacamnya yang memberikan pemahaman lebih tentang pergerakan ini. Hal kedua yang bisa kita lakukan adalah, setelah kita memberikan edukasi kepada mahasiswa hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan aksi nyata, Aksi nyata yang kita maksudkan disini bukan hanya aksi ketika kita turun ke jalan, namun aksi nyata terhadap program – program yang sudah kita rencanakan, program – program tersebut harus cepat kita kerjakan agar masih tampaknya eksistensi BEM itu sendiri dimata mahasiswa. Setelah kita melakukan aksi nyata, hal ketiga yang bisa kita lakukan adalah Advokasi itu sendiri yaitu, setelah kita melakukan edukasi, dilanjutkan dengan aksi nyata maka advokasi bisa kita lakukan, yaitu kita mampu menyelesaikan segala permasalahan yang ada di lingkungan Mahasiswa, karena kita sudah mendapatkan kepercayaan dari mahasiswa itu sendiri. Setelah kita melakukan ketiga hal tersebut hal keempat yang bisa kita lakukan melakukan Konsolidasi, maksudnya disini adalah kita mampu menjalin hubungan dengan bagian mana pun, kita bisa berbaur namun tidak terbauri malahan kita yang membauri kelompok tersebut, peran kita sebagai tempat menjalin hubungan dengan berbagai hal, baik berhubungan dengan petinggi – petinggi kampus mapun dengan mahasiswa. Ketika kita sudah menjalani keempat hal tersebut Insya Allah jiwa apatisme di MIPA akan semakin berkurang seiring berjalalannya waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar