Api
itu pergerakan? Saya sendiri saja hingga saat ini masih bingung dengan satu
kata tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, lambat laun saya pun memahami
makna pergerakan itu seperti apa. Hari ini sangat banyak di kalangan mahasiswa
yang membicarakan masalah pergerakan.
Namun tidak sedikit dari mereka yang belum memahami makna pergerakan itu
sendiri. Mereka hanya banyak berkomentar namun tidak mau beraksi, apakah itu
yang dinamakan pergerakan yang mereka idam – idamkan selama ini? Tidak teman,
Pergerakan itu kita seharusnya tidak hanya mampu mengeluarkan pendapat, namun
kita harus mampu juga melakukan Inovasi
terbaru terhadap segala permasalahan yang ada pada mahasiswa saat ini.
Berbicara
mengenai Inovasi, saat ini pergerakan mahasiswa sudah mengalami perubahan yang
cukup signifikan. Inovasi – inovasi
yang bisa kita lakukan bisa di berbagai bidang, baik pada bidang Advokasi,
Religius, Kesejahteraan Mahasiswa serta Pengkaderan mahasiswa itu sedndiri. Perubahan
ini sudah bisa kita lihat, karena sudah banyak dari mahasiswa saat ini yang
bisa belajar menumbuhkembangkan inovasinya untuk kebaikan mahasiswa kedepannya.
Tidak lain halnya Inovasi terbaru yang terjadi di MIPA Universitas Andalas saat
ini. Seperti saat ini kita semua sudah mengetahui bahwasanya dalam sistem
pengkaderan sudah mengalami inovasi baru, Saya misalkan saja Pada tahun
2015-2016 ini salah satu syarat untuk memasuki Badan Eksekutif di MIPA adalah
minimal angkatan 2014 dan maksimal 2013. Dari sini saja kita sudah mengetahui
maksud sebenarnya kenapa harus ada syarat tersebut. Sebagai seorang mahasiswa
kita pasti bisa berfikir secara logis mengenai alasan tersebut. Tidak hanya itu saja, saat ini departemen -
departemen yang ada juga sudah mengalami
sedikit perbedaan dimana penambahan departemen yang sebelumnya tidak ada salah
satunya adalah Departemen Kastrat yaitu departemen yang menaungi mengenai
kesejahteraan mahasiswa, apa saja masalah atau kendala yang dihadapi mahasiswa
maka pada departemen bisa kita bahas. Hal ini berarti kita sudah mengalami
Inovasi terbaru bagaimana kita lebih memperhatikan kesejahteraan mahasiswa itu
sendiri.
Inovasi
– inovasi semacam ini seharusnya lebih banyak kita gencarkan. Sebab kenapa,
Hingga saat ini orang- orang di luar sana masih menunggu inovasi apa yang kita
buat untuk pergerakan mahasiswa kedepannya. Dalam hal ini saya hanya mengajukan
sebuah usulan inovasi untuk MIPA kedepannya. Saya sendiri mengambil bidang
untuk dibuatkan inovasi terbaru yaitu bidang Advokasi. Alasan saya memilih
bidang advokasi adalah, karena hingga saat ini, Mahasiswa di MIPA jiwa apatisme
nya cukup tinggi, sebagai buktinya saja pada PEMIRA (Pemilihan Raya) Kemarin saja tidak cukup setengah dari
seluruh mahasiswa di MIPA untuk mengikuti ajang ini. Hal ini berarti sudah
membuktikan masih perlu adanya inovasi – inovasi terbaru agar jiwa apatisme di
MIPA bisa berkurang.
Hal – hal yang bisa kita lakukan adalah yang
pertama yaitu Edukasi maksudnya adalah bagaimana kita memberikan pengajaran
kepada mahasiswa apa dampak dari jiwa apatisme itu sendiri, kita bisa
memberikan semacam pelatihan atau semacamnya yang memberikan pemahaman lebih
tentang pergerakan ini. Hal kedua yang bisa kita lakukan adalah, setelah kita
memberikan edukasi kepada mahasiswa hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan
aksi nyata, Aksi nyata yang kita maksudkan disini bukan hanya aksi ketika kita
turun ke jalan, namun aksi nyata terhadap program – program yang sudah kita
rencanakan, program – program tersebut harus cepat kita kerjakan agar masih
tampaknya eksistensi BEM itu sendiri dimata mahasiswa. Setelah kita melakukan
aksi nyata, hal ketiga yang bisa kita lakukan adalah Advokasi itu sendiri
yaitu, setelah kita melakukan edukasi, dilanjutkan dengan aksi nyata maka
advokasi bisa kita lakukan, yaitu kita mampu menyelesaikan segala permasalahan
yang ada di lingkungan Mahasiswa, karena kita sudah mendapatkan kepercayaan
dari mahasiswa itu sendiri. Setelah kita melakukan ketiga hal tersebut hal
keempat yang bisa kita lakukan melakukan Konsolidasi, maksudnya disini adalah
kita mampu menjalin hubungan dengan bagian mana pun, kita bisa berbaur namun
tidak terbauri malahan kita yang membauri kelompok tersebut, peran kita sebagai
tempat menjalin hubungan dengan berbagai hal, baik berhubungan dengan petinggi
– petinggi kampus mapun dengan mahasiswa. Ketika kita sudah menjalani keempat
hal tersebut Insya Allah jiwa apatisme di MIPA akan semakin berkurang seiring
berjalalannya waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar